Cisco System, Inc. didirikan oleh ilmuwan komputer
Standford pada tahun 1984 dan mulai ramai dipasarkan pada tahun 1990. Produk
utama perusahaan ini adalah router. Dengan berkembangnya internet, permintaan
untuk product Cisco semakin meningkat dan perusahaan mulai mendominasi pasar.
Pada tahun 1997, menurut Fortune 500, Cisco
termasuk ke dalam lima besar perusahaan dalam pengembalian revenue dan pengembalian asset. Yang lebih mengesankan, pada 17
Juli 1998, 14 tahun seteleah didirikan, kapitalisasi Cisco melewati $100
miliar. Beberapa pengamat industry memprediksikan Cisco akan masuk ke dalam 3
perusahaan yang dominan bersama Microsoft dan Intel untuk membentuk revolusi
digital.
Don Valentine, mitra Sequoia Capital adalah orang
pertama yang berinvestasi di Cisco. Ia mengambil kesempatan pada perusahaan
muda itu ketika pemodal ventura lain lebih berhati-hati. Ia melindungi
investasi awalnya sebesar $2,5 juta
dengan cara memesan hak untuk membawa manajemen profesional pada situasi yang
ia anggap tepat.
Pada tahun 1988, Valentine menyewa John Morgridge
sebagai CEO. Mordgridge, seorang eksekutif yang berpengalaman dalam industry
komputer, mulai membangun sebuah tim manajemen yang professional. Tim ini ternyata bentrok dengan para pendiri,
yaitu Lerner dan Bosack. Saat itu, Lerner bertanggung jawab atas layanan
pelanggan dan Bosack sebagai kepala ilmuwan. Setelah penawaran umum perdana
Cisco pada saham mereka pada tahun 1990, kedua pendiri menjual seluruh saham
mereka dan meninggalkan perusahaan. Kepergian mereka membuat Morgridge bebas
melanjutkan rencananya untuk membangun struktur manajemen yang sangat disiplin.
Morgridge percaya bahwa banyak perusahaan Silicon Valley terdesentralisasi terlalu
cepat dan tidak menghargai kemampuan organisasi fungsional untuk tumbuh tanpa
mengorbankan kontrol. Dengan demikian, Morgridge mempertahan organisasi
fungsional tersebut. Sementara itu, Product Marketing dan R&D
terdesentralisasi menjadi tiga bidang usaha (Enterprise, Small/Medium Bisnis, dan Service Provider). Manufacturing, customer support, finance, human
resource, IT, dan sales organization tetap terpusat.
Power Supply ATX adalah power supply yang digunakan pada komputer generasi ketiga sampai sekarang. Power Supply ATX dilengkapi dengan power switch atau biasa disebut dgn autoshutdown, maksudnya adalah komputer dapat langsung mati (off) dengan menekan perintah shutdown pada system operasi tanpa menekan tombol off pada casing.
Power Supply ATX memiliki berbagai jenis konektor yang mempunyai nilai tegangan dan fungsi yang berbeda-beda pula. Jenis-jenis konektor yang terdapat pada Power Supply ATX adalah sebagai berikut : 1. Konektor 20/24 pin ATX Motherboard. Digunakan untuk mensupply tegangan ke motherboard. Pada Motherboard versi lama digunakan Konektor ATX 20 pin, sedangkan Motherboard yang sekarang / terbaru sudah menggunakan konektor ATX yang 24 pin. pada dasarnya konektor ATX 24 merupakan konektor ATX 20 pin, cuma ditambah dengan konektor 4 pin, sehingga kedua konektor ini bisa digabungkan atau dilepas sesuai dengan motherboard yang kita pakai. 2. ATX 4 pin connector Digunakan untuk supply tegangan untuk Processor kelas Intel Pentium IV. Jadi pada Pentium IV kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan. 3. 4 Pin Peripherial Power Connector / Molex Connector Digunakan untuk supply tegangan pada berbagai hardware seperti Hardisk IDE, CD ROM Drive dan Kipas Casing komputer. 4. SATA Power Connector Digunakan untuk men-supply tegangan pada komponen hardware yang menggunakan interface SATA seperti Hardisk SATA dan CD/DVD ROM SATA. 5. Floppy Drive Connector / Berg Connector Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external audio card. tetapi, karena penggunaan Floopy Drive sekarang sangat jarang, maka konektor ini jarang digunakan. 6. 6 pin PCI-E connector Konektor ini digunakan untuk memberikan tegangan pada yang terdapat pada beberapa graphic Card yang menggunakan slot PCI Express.
Sedangkan nilai tegangan untuk masing-masing warna kabel adalah sebagai berikut : 1. Merah = +5 Volt 2. Kuning = +12 Volt 3. Orange = +3,3 Volt untuk RAM dan slot PCI 4. Ungu = +5 Volt sebagai power standby untuk motherboard 5. Putih = -5 Volt 6. Biru = -12 Volt 7. Hijau = berfungsi sebagai Power Switch ON 8. Hitam = Ground
Siapa tak kenal Bluetooth,si gigi biru ini sangat terkenal di belantara
fitur ponsel.Hampir semua ponsel terkini memiliki fitur satu
ini.Sejatinya,nama bluetooth berasal dari nama raja Denmark, Harald
Bluetooth.Kemampuan sang raja dalam menyatukan suku suku yang berperang
sering menginspirasi namanya menjadi suatu perangkat yang juga mampu
menghubungkan berbagai peralatan seperti Komputer,Laptop dan Perangkat
Ponsel.
Sebagai teknologi komunikasi tanpa kabel ,bluetooth
beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz. Secara sederhana, bluetooth
adalah suatu teknologi tanpa kabel yang dapat mengkoneksikan dua
perangkat yang berbeda. Teknologi ini mampu menyediakan layanan
komunikasi data dan suara secara real time dengan jangkauan layanan
berjarak dari 1, 10 hingga 100 meter.
Diawali kemunculan bluetooth versi 1.0 pada bulan Juli 1999, versi ini
masih memiliki beberapa kelemahan diantaranya pengaturan koneksi yang
rumit dan masih diterapkan nya perintah manual sehingga keamanan
pengguna tidak terjamin. Teknologi bluetooth makin berkembang dengan
kehadiran bluetooth versi 1.1 dan 1.2. Perbaikan dilakukan dalam
mendukung channel yang tidak terenkripsi. Juga mengakomodasi kecepatan
transmisi hingga 1 Mbit/detik dan tahan terhadap interferensi frekuensi
radio.
Bluetooth versi berikutnya 2.0 dirilis pada tahun 2004. Perbedaan
utama adalah fitur Enhanced Data Rate (EDR) untuk transfer data yang
lebih cepat. Tingkat kecepatan diklaim mencapai 3 Mbit/detik meskipun
pada prakteknya hanya mencapai 2,1 Mbit/detik. Kemudian era bluetooth
versi 2.1 memperkenalkan SSP (Secure Simple Pairing), yang meningkatkan
sisi keamanan penggunaan.
Baru pada tahun 2009, diperkenalkan bluetooth versi 3.0+HS .
Secara teoritis, tingkat perpindahan data dimaksud mencapai 24
Mbit/detik. Fitur utama adalah AMP, yaitu tambahan jaringan WiFi sebagai
data berkecepatan tinggi.
Adapun beberapa kelebihan teknologi bluetooth antara lain daya jangkau
dapat menembus dinding, kotak dan berbagai rintangan lain, tidak
memerlukan kabel penghantar selain kegunaan sebagai perantara modem.
Sementara berbagai kekurangan diantaranya sistem menggunakan frek tensi
sama dengan gelombang LAN standar, pengguna akan kesulitan melakukan
transfer apabila ditemukan banyak koneksi bluetooth dalam suatu ruangan
dan banyak virus beredar melalui teknologi ini.